Menjaga Kebersihan Vagina

Untuk menjaga kebersihan vagina merupakan hal yang sangatlah penting. Vagina merupakan salah satu organ pada tubuh wanita yang sangat sensitive dan memerlukan perawatan yang ekstra namun tetap berhati-hati dan tidak sembarangan. Saat ini terdapat tren untuk menguras vagina. Dokter kandunganlah yang melakukannya. Yang dikerjakan memanglah hanya sebatas membersihan saluran vagina dengan cara menyemprotkan cairan antisptik ke dalam vagina dengan tujuan untuk membilasnya dengan cairan yang steril.

Mungkin untuk melakukan manyiangi saluran vagina dari sisa-sisa entah apa yang sudah terlanjur memasuki saluran vaginanya. Saluran vagina itu sendiri terselubung yang memliki dinding yang elastic, yang senantiasa katunya jika tidak dalam keadaan terangsang seksual. Yang mungkin memasukinya pada anak perempuan, bisa saja peniti, klip, kancing, biji kacang, tisu, dan lain sebagainya.

Biasanya pada wanita dewasa benda yang bisa memasukinya adalah tisu, serat pembalut wanita, dan bisa juga kondom atau mungkin serpihan dari kondom. Namun vagina ini sifatnya bisa membersihkan dirinya sendiri, tanpa perlu memerlukan pembersihan. Maka sebenarnya, upaya yang sia-sia dan pemborosan belaka pilihan untuk menguras vagina sebagai bentuk menjaga kebersihan vagina yang belum tentu ada sampahnya yang tersisa di dalam sana. Biasnaya jauh lebih penting dengan melakukan pemeliharaan kebersihan vagina terutama pada permmukaan gerbang vaginanya atau vulva dari apa saja yang mungkin bisa mengotorinya.

Menjaga kebersihan vagina bisa dilakukan dengan memilih air untuk mencebok, pembalut dan juga cara memakainya, serta frekuensi untuk menggantinya, kebersihan yang dilakukan selama haid, serta kebersihan dalam memakai celana dalam. Jangan melakukan pembedakan pada permukaan luar organ intim wanita (vagina) tidak dianjurkan. Karena hal ini merupakan media untuk membuat bibit penyakit menjadi menyebar, selain itu juga parfum yang terdapat pada bedak ini belum tentu bisa membuat sehat keadaan vagina.

Salah satu cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan menjaga kebersihan vagina bisa dilakukan dengan mengonsumsi air rebusan daun sirih. Beberapa lembar daun sirih di  rebus dengan menggunakan air bersih sebanyak setengah gelasnya. Kemudi air daun sirih ini diminum. Efek yang dihasilkan adalah badan akan terasa lebih segar dan keringat menjadi tidak berbau. Pembersihan pada vagina ini  dilakukan sebenarnya untuk menghindari masalah keputihan pada wanita yang menjadi hal yang bisa meresahkan mereka. Masalah keputihan ini jika tidak dicegah dan diatasi bisa menyebabkan kanker rahim.

Posted in Perawatan Vagina | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Perawatan Sederhana Organ Intim ( Vagina ) Wanita

Secara umum, menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga berlaku bagi kesehatan organ-organ seksual termasuk vagina.

perawatan-vagina

Berikut ini adalah tips sederhana Perawatan Vagina:

* Anda bisa membersihkan vagina dengan cara membasuh bagian di antara vulva (bibir vagina) secara hati-hati menggunakan air bersih dan sabun yang lembut (mild) setiap habis buang air kecil, buang air besar dan ketika mandi. Seandainy alergi dengan sabun yang lembut sekalipun, Anda bisa membasuhnya dengan air hangat. Yang penting adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar vulva diluar vagina.

* Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ( vagina) ke belakang ( anus ) , jangan terbalik, karena akan menyebabkan bakteri yang ada disekitar anus terbawa masuk ke vagian. Gunakan air bersih, lebih baik lagi air hangat, tapi jangan terlalu panas karena bisa menyebabkan kulit yang sensitif di daerah vagian melepuh dan lecet. Setalh itu, Sebelum pakai celana lagi, keringkan dulu menggunakan handuk atau tissue yang tidak berparfum.

* Kebersihan daerah kewanitaan juga bisa dijaga dengan sering mengganti pakaian dalam, paling tidak sehari dua kali di saat mandi. Apalagi, kalau Anda termasuk wanita yang aktif dan mudah berkeringat. Jika Anda suka, Anda bisa menggunakan Panty Liners atau pembalut tipis sekali pakai untuk melapisi pakaian dalam dan menjaga vagina dari kelembaban yang berlebihan.

* Pada saat menstruasi gunakan pembalut berbahan yang lembut, menyerap dengan baik, tidak mengandung bahan yang bisa membuat alergi ( misalkan parfum atau gel ) dan merekat dengan baik pada celana dalam. Pembalut ini perlu diganti sekitar 4 sampai 5 kali dalam sehari untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang berkembang biak pada pembalut tersebut, dan menghindari masuknya bakteri tersebut ke dalam vagina.

* Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh vagina

* Selalu gunakan celana dalam yang bersih dan terbuat dari bahan katun (100%). Bahan lain misalnya nylon dan polyester akan membuat gerah dan panas sehingga vagina menjadi lembab. Kondisi ini sangat disukai bakteri dan jamur untuk berkembang biak.

Posted in Perawatan Vagina | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment